Perbedaan masyarakat kota dan masyarakat pedesaan

Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut . masyarakat, dalam bahasa inggris disebut  Society, asal katanya Socius yang berarti “kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya “bergaul”.  dan Masyarakat merupakan  sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.


Pengertian Masyarakat kota 

Masyarakat kota (Urban Community ) adalah suatu kelompok teritorial di mana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya, dan juga merupakan suatu kelompok terorganisasi yang tinggal secara kompak di wilayah tertentu dan memiliki derajat interkomuniti yang tinggi. Jakarta dapat disebut  Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat individualistik.
Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.

Ciri-ciri masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut :

  1. Kehidupan agamanya berkurang sebab biasanya hanya duniawi saja yang di kejar nya tanpa memikirkan kelak akhirat nanti
  2. Banyak warga kota yang individualisme tanpa harus memperdulikan orang lain
  3. Warga kota pada umumnya mendapatkan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik
  4. Perubahan-perubahan akan terlihat nyata di kota sebab sangat berpengaruh dari budaya luar
  5. Lebih sering terkena dampak globalisasi.
  6. orang kota pada umumnya akan dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
  7. di kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
  8. Pola pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
  9. interaksi-interaksi yang terjadi lebih berdasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.



Pengertian Masyarakat Pedesaan

Masyarakat Pedesaan ( Rural society )  atau sering diartikan sebagai masyarakat tradisional merupakan sekelompok orang yang tinggal disuatu kawasan ,wilayah teritorial tertentu yang disebut desa .
Desa merupakan merupakan kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa)
Masyarakat Pedesaan ialah Masyarakat yang pada umum nya masih memegang nilai-nilai cultural kebudayaan dan juga adat-adat yang leluhur mereka ajarkan . Masyarakat pedesaan ini akan masih sulit berkembang seba tertutupnya oleh apa yang leluhur mereka ajarkan , sehingga susah  untuk dapat menerima hal baru. tetapi secara tata krama sangat kental sekali yang namanya gotongroyong ataupun bahumembahu .

Ciri-ciri masyarakat pedesaan berikut ini adalah sebagai berikut :

  1. Kehidupan masyarakat pedesaan masih memegang tinggi nilai keluhuran keagamaan dan juga kebudayaan
  2. Warga pedesaan sering sekali bergotong-royong ketimbang dengan individualisme
  3. Masyarakat pedesaan masih berkutat dengan hal-hal yang lama dan juga cenderung susah untuk dapat menerima hal baru
  4. Fasilitas-fasilitas masih jarang terdapat di pedesaan
  5. Akses pedesaan yang terpencil susah untuk ditempuh
  6. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
  7. Mempunyai sifat kekeluargaan yang erat
  8. berbicara apa adanya
  9. Tertutup dalam hal keuangan
  10. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
  11. Menghargai orang lain
  12. Demokratis dan juga religius

Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan juga gotong royong antara sesama, dan juga sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Budaya Dasar Manusia dan Penderitaan

Makalah Ilmu Budaya Dasar Manusia dan Harapan